INTEGRASI BAHASA BALI DAN SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL DALAM PENDIDIKAN TINGGI MULTIKULTURAL

Authors

  • Ni Luh Gede Liswahyuningsih Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

DOI:

https://doi.org/10.59672/batarirupa.v6i1.7048

Keywords:

bahasa Bali, seni pertunjukan tradisional, pendidikan tinggi multikultural, integrasi budaya.

Abstract

Dalam era globalisasi, pendidikan tinggi menghadapi tantangan untuk mempertahankan identitas budaya lokal sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi global yang relevan. Meskipun berbagai penelitian telah membahas internasionalisasi pendidikan tinggi dan pelestarian budaya lokal secara terpisah, kajian yang mengintegrasikan bahasa Bali dan seni pertunjukan tradisional sebagai strategi penguatan pendidikan tinggi multikultural masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi bahasa Bali dan seni pertunjukan tradisional, meliputi drama, tari, dan musik, dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada nilai-nilai multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi konsep, strategi implementasi, serta kontribusi integrasi budaya lokal dalam konteks pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi bahasa Bali dan seni pertunjukan tradisional dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum berbasis budaya, penguatan kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler, penerapan pembelajaran kontekstual, serta peningkatan literasi budaya di lingkungan kampus. Strategi tersebut terbukti mampu memperkuat identitas budaya mahasiswa, meningkatkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kesadaran antarbudaya, sekaligus memperkaya pengalaman akademik. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal di perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi modal strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan pada tingkat global.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Banks, J. A. (2019). An introduction to multicultural education (6th ed.). Pearson.

Banks, J. A., & Banks, C. A. M. (Eds.). (2019). Multicultural education: Issues and perspectives (10th ed.). John Wiley & Sons.

Deardorff, D. K. (2006). Identification and assessment of intercultural competence as a student outcome of internationalization. Journal of Studies in International Education, 10(3), 241–266. https://doi.org/10.1177/1028315306287002

Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Penerbit Buku Kompas.

Ladson-Billings, G. (2021). Culturally relevant pedagogy: Asking a different question. Teachers College Press.

Lanjari, et al. (2026). Synergy between Wayang Orang Ngesti Pandowo and higher education in supporting sustainable education program. Cakrawala Pendidikan, 45 (2), 429-438. https://doi.org/10.21831/cp.v45i2.94877

Sujana, et al. (2026). Integration of Balinese Local Wisdom into the Merdeka Curriculum Policy: An Analysis of Its Implementation and Challenges in Educational Institutions. International Journal of Theory and Practice in Education, 1(1), 17-24. https://journal.tirtapustaka.com/index.php/ijtpe/index

Rahayu, B.M., et al (2026). Integrating local wisdom into digital teaching materials for next-generation competencies in future education: A systematic literature review. Multidisciplinary Reviews, 9(8), 72-86. https://doi.org/10.31893/multirev.2026366.

Nurbatra, L. H. (2022). Infusing Culturally Responsive Teaching in Higher Education: Insights for Multicultural Education in Indonesia. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 3(4), 722-730. https://doi.org/10.46843/jiecr.v3i4.321

Schreier, M. (2012). Qualitative content analysis in practice. SAGE Publications.

UNESCO. (2001). Universal Declaration on Cultural Diversity. UNESCO.

UNESCO. (2022). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO Publishing.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Liswahyuningsih, N. L. G. (2026). INTEGRASI BAHASA BALI DAN SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL DALAM PENDIDIKAN TINGGI MULTIKULTURAL . Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni, 6(1), 27–36. https://doi.org/10.59672/batarirupa.v6i1.7048