DIALEKTIKA TRADISI DAN MODERNITAS PADA SENI PATUNG BALI DI DESA SESETAN ERA 1970-AN
DOI:
https://doi.org/10.59672/batarirupa.v6i1.6868Keywords:
Dialektika Budaya, Seni Patung Bali, Modernitas, Tradisi, Desa SesetanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dialektika tradisi dan modernitas pada seni patung Bali di Desa Sesetan era 1970-an sebagai bentuk transformasi budaya visual masyarakat Bali di tengah perkembangan pariwisata dan modernisasi. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif estetika dan budaya visual. Data diperoleh melalui studi pustaka, dokumentasi visual, serta penelusuran berbagai penelitian terkait perkembangan seni rupa Bali modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni patung Bali di Desa Sesetan pada era 1970-an mengalami perubahan bentuk, fungsi, dan nilai estetika sebagai respons terhadap perkembangan sosial budaya masyarakat Bali. Bentuk patung yang awalnya berorientasi pada fungsi sakral dan religius mulai mengalami pergeseran menuju fungsi estetis dan komersial akibat pengaruh industri pariwisata. Meskipun demikian, unsur-unsur tradisional seperti simbol Hindu Bali, ornamentasi khas, dan karakter figuratif tetap dipertahankan sebagai identitas budaya lokal. Dialektika antara tradisi dan modernitas melahirkan bentuk hibridisasi visual yang memperlihatkan kemampuan seniman Bali dalam beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya tradisionalnya. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya penelitian seni rupa Bali, khususnya terkait transformasi budaya visual dan pelestarian identitas lokal di era modern.
Downloads
References
Bhabha, H. K. (1994). The location of culture. London: Routledge.
Dharsono, S. K. (2016). Kreasi artistik: Perjumpaan tradisi dan modern dalam paradigma kekaryaan seni. Surakarta: Citra Sains, Lembaga Pengkajian dan Konservasi Budaya Nusantara.
Djelantik, A. A. M. (2004). Estetika: Sebuah pengantar (Cetakan ke-3). Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI) dan Arti.
Feldman, E. B. (1967). Art as image and idea. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Giddens, Anthony. 1990. The Consequences of Modernity. Stanford, California: Stanford University Press.
Giri, A. S., & Suwantana, I. G. (2021). Implementasi Mitologi dan Simbol Ganesha Dalam Budaya Kontemporer Masyarakat Bali. Sphatika: Jurnal Teologi. https://doi.org/10.25078/sp.v12i2.3016
Karja, W. (2024). Metastability through Tri Hita Karana: Sustaining Balinese art and Culture. International Journal of Social Science and Human Research. https://doi.org/10.47191/ijsshr/v7-i01-48
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Edisi Revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Mahendra, Y., Wulandari, G., & Lilis, L. (2023). PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA SUKU BADUY LUAR: SEBUAH ANALISIS INTERAKSI ANTARA TRADISI DAN MODERNITAS. Jurnal Anak Bangsa. https://doi.org/10.46306/jas.v2i2.41
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Omran Zailuddin, M. F. N., Datoem, A., Ibrahim, Y., & Abdullah, M. (2022). Perubahan sosial dan seni visual: Kajian awal terhadap Bakat Muda Sezaman. Jurnal Gendang Alam, 12(2). https://doi.org/10.51200/ga.v12i2.3701
Putu, M. D. I. (2021). Seni Lukis Bali Dari Perspektif Modernisasi. Mudra Jurnal Seni Budaya. https://doi.org/10.31091/mudra.v20i1.1519
Ramadhan, I. (2021). PEMBANGUNAN PARIWISATA EQUATOR PARK DAN PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA EKONOMI MASYARAKAT. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v10i3.1164
Sucitra, I. G., & L. (2023). The Post-tradition Paradigm of Balinese Diaspora Artists in Yogyakarta: Reflections on Local Wisdom in the Realm of Contemporary Art. Proceedings of the 2nd International Seminar on Cultural Sciences of Brawijaya, ISCS 2022, 9–10 November 2022, Malang, Indonesia. https://doi.org/10.4108/eai.9-11-2022.2329420
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Bandung: Alfabeta.
Sutana, I. (2025). Komodifikasi Spiritual dan Ketahanan Budaya Hindu. Jurnal Penelitian Agama Hindu. https://doi.org/10.37329/jpah.v9i3.4392
Verheijen, B., & Putra, I. N. D. (2019). Balinese cultural identity and global tourism: The Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Asian Ethnicity, 21(3), 425–442. https://doi.org/10.1080/14631369.2019.1641691
Wahyudi, L., S., & S. (2025). PATUNG SEBAGAI MEDIA REKAM JEJAK TRANSFORMASI POLITIK, SOSIAL, DAN BUDAYA DALAM MUSEUM LIMA GUNUNG. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain. https://doi.org/10.25105/dim.v21.i2.22188












