Integrasi Nilai Tri Hita Karana dalam Pembelajaran Ekonomi untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Siswa Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.59672/arthas.v7i2.7076Keywords:
Ekonomi:Literasi Keuangan, Pembelajaran, Siswa Berkelanjutan, Tri Hita KaranaAbstract
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, sedangkan keabsahan data diperkuat menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan mampu meningkatkan literasi keuangan siswa melalui penguatan aspek financial knowledge, financial attitude, dan financial behavior. Guru mengimplementasikan nilai-nilai tersebut melalui pembelajaran kontekstual, diskusi kelompok, studi kasus, dan refleksi yang menghubungkan konsep ekonomi dengan kehidupan sehari-hari. Penerapan pendekatan ini mendorong siswa lebih mampu menyusun prioritas kebutuhan, mengelola keuangan secara bijaksana, serta mempertimbangkan aspek sosial, moral, dan lingkungan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Selain meningkatkan pemahaman konsep ekonomi, integrasi Tri Hita Karana juga membentuk karakter siswa yang jujur, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, integrasi nilai Tri Hita Karana menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal Bali sebagai landasan dalam membentuk generasi yang cerdas secara finansial, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi di era global












